Cicem Nanggroe adalah kelompok pengamat burung yang berkedudukan di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Nama Cicem berasal dari bahasa Aceh yang artinya burung, sedangkan Nanggroe berarti Negeri. Mengapa burung? Burung sejak awal permulaan kehidupan manusia telah digunakan sebagai simbol dan mitos karena keindahannya, suaranya yang merdu dan kemampuan terbangnya yang mengagumkan. Cicem Nanggroe bertujuan untuk ikut serta berperan aktif dalam masalah konservasi dan lingkungan hidup khususnya burung.
Cicem Nanggroe sangat mengharapkan kerjasama dengan pihak-pihak yang concern dalam masalah yang sama untuk tujuan konservasi.
Untuk saran dan kerjasama anda ke cicem_nanggroe@yahoo.com
Salam

9 Februari 2008 pukul 4:26 AM |
semangat wahai awak nanggroe, hantam mandum yang peureloh nanggroe. tp kok cicem ya??yang lainnya apa ga dibahas???
13 Februari 2008 pukul 10:52 AM |
Namanya Aceh banget…Ngomong2 markasnya dimana sich? Gue suka ma foto essay-nya (yang ada sipemburu brengsek..) cukup bercerita…siiip dech.
Da saran dikit nich, mudah2an berkenan, berhubung “Cicem Nanggroe” sering observasi burung yg kadang2 susah dapat view yang cantik kalo difoto so kayaknya dah saatnya kalian beralih ke camera yang lebih yahud biar hasil lebih yahud…:-) Sukses slalu buat “Cicem Nanggroe”
from :
Wahedinejad
-Manok Nanggroe-
21 Februari 2008 pukul 1:21 AM |
sangat menarik sekali membaca tulisan2 tentang burung, ini merupakan pembahasan yang sangat spesifik, tidak semua orang mempunyai kemampuan seperti ini. tingkatkan terus kemampuannya, jangan terpengaruh dengan “bahasa” yang ada,. ciptakan sebuah karakter, tetap kompak, n jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan ahlinya, jangan malu untuk melakukan itu. oke, mungkin walaupun tidak aq bahasakan “aq bangga pada kalian”. Sukses selalu
17 Mei 2009 pukul 4:31 AM |
peu haba..syedara komunitas cicem nangroe?long paling senang karena baroe kalinyoe long teu peu na komunitas pengamat cicem di NAD…yang kebetulan long baru memulai pengamatan cicem,yang kebetulan long na di daerah pekanbaru_ RIAU..munkin saboh saat long akan hadir bersama syedara mandum disinan..BRavo untuk cicem nangroe
17 Mei 2009 pukul 4:14 PM |
Alhamdulillah haba get syedara Tarmizi. Insya Allah tanyoe akan terus berusaha untuk tetap exist.
Kamoe seunang cit na komentar dari droeneuh sesama pengamat cicem. Saleum bak rakan-rakan di Riau…
16 November 2009 pukul 5:25 AM |
di cicem nanggroe ada buku pengenalan burung di indonesia nnggak? makasih atas info nya?
19 November 2009 pukul 2:44 AM |
Ziah, beberapa buku ada.