T. Mohd. Sanir

Sebut saja daerah ini sebagai tempat yang tenang dan indah. Sebuah perkampungan yang dikelilingi laut dan gadis-gadis yang sedang berbaring dengan gaun hijau. Sementara di pantai beberapa pohon mati sedang mementaskan satu babak terakhir dari drama kehidupan. Kami cuma penonton, yang datang terlambat saat tirai hari akan di tutup. Laut bersenandung, jika ini iringan puji dan syukur kepada Tuhan, sungguh kami ingin ikut serta.
Sore yang cerah, saat kami kembali menjelajah. Seperti biasa, peralatan lapangan untuk pengamatan selalu setia menyertai tiap langkah. Tak ada yang istimewa, malah kelihatan sepi, buruan yang kami cari tidak kelihatan, “mungkin nanti, sebentar lagi” desis salah seorang rekan Cicem. Ya, kesabaran adalah buah yang manis, kami terus menekuni binokular dan memancang tripod yang diduduki monokular hingga apa yang kami cari datang. Seekor Kuntul Karang kelihatan sedang mencari makan di sela-sela pasir saat laut sedang surut. Walaupun yang tampak cuma seekor tetapi kami cukup puas, terlebih setelah berhasil mengabadikannya dalam bingkai kamera. Kuntul Karang ini sangat bersemangat, sampai-sampai tak lama kemudian terbang mendekati rekan Cicem yang sedang serius mengamati. Mungkin ia tak merasa terganggu dengan kehadiran kami, walaupun kami sempat kaku dan grogi dengan keakraban yang cuma sekitar lima meter ini. Selanjutnya rekan Cicem kembali bergerak menyusuri pantai, hingga bertemu dengan dua ekor kuntul karang lainnya yang sedang mencari makan di atas karang. Tempat yang menakjubkan sekaligus mendebarkan bagi kami. Bayangkan, kami harus turun dari lereng yang curam untuk melihat si kuntul karang ini. Yang seekor bergerak lincah mencari makan di antara karang-karang cadas, sementara temannya yang satu lagi hanya terpaku menatap laut, entah apa yang dipikirkannya.

Informasi umum Kuntul Karang;
Nama Latin : Egretta sacra
Nama Indonesia : Kuntul karang
Nama Aceh : Kuk kareung/Kuk itam, Enggang kareung
Nama Inggris : Pasific reef-heron, Reef heron
Taksonomi :
- Kerajaan : Animalia
- Filum : Chordata
- Kelas : Aves
- Ordo : Ciconiiformes
- Family : Ardedae
- Genus : Egretta
- Spesies : E. sacra (Gmelin, 1789)

Status: Least Concern, Ukuran tubuh 57-66 cm, Berat rata-rata 400 g, Rentang sayap 90 sampai 110 cm, Musim berbiak mulai dari September ke Januari, tetapi dapat berbiak sepanjang tahun, Jumlah telur dua sampai tiga dengan warna bintik biru-kehijauan, masa Inkubasi 28 hari, Waktu didalam sarang 40 hari.
Kuntul Karang tersebar hampir seluruh tempat di Asia, termasuk India, Asia Tenggara, Jepang, Polinesia, Australia, Tazmania dan Selandia Baru. Terdapat dua morfologi warna pada burung kuntul karang ini. Pada bentuk putih; tubuh dan sayap putih, paruh kuning-kelabu, bagian muka kuning-kehijauan dan pada bagian kaki berwarna kuning suram. Pada bentuk gelap (paling umum); tubuh dan sayap ditutupi oleh warna hitam kelabu, dengan coretan putih kecil di bagian tenggorokan. Ukuran tubuh lebih besar dari kuntul kerbau, tetapi paruh dan tubuh lebih ramping. Ditemukan di daerah pantai berkarang, mencari makan dan membuat sarang di atas tanah pada tumpukan karang atau di daerah antara mangrove dan palem. Ketika berbiak, sarang tersusun oleh ranting dan dedaunan. Makanannya terdiri dari ikan, crustacea dan molusca.
Langit beranjak gelap, gelombang laut telah berbisik pada karang dan membisikkan kepada kami agar segera pulang. Saatnya berkemas dan beranjak pergi, tentu saja dengan senyum yang terkembang dan ucapan berterima-kasih atas keramah-tamahan yang kami rasakan. Esok hari jika tuhan mengizinkan kami akan kembali.
Tak Berkategori |
Ditulis oleh cicemnanggroe 